TABANAN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar pertemuan dengan keluarga pahlawan di Taman Pujangga Bangsa Margarana, Kabupaten Tabanan, Minggu (23/3/2014) sore.
Kedatangan Presiden SBY di taman makam pahlawan itu disambut hangat masyarakat serta kesenian khas Tabanan, Tari Okokan dan tarian lainnya.
Tampak mendampingi SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendikbud Muhammad Nuh, Menteri ESDM Jero Wacik, Gubernur Made Mangku Pastika, dan pejabat lainnya.
”Beliau datang ingin bertatap muka dengan para veteran dan mantan pejuang di Bali. Ini kesempatan pertama beliau bisa bertemu langsung dalam satu acara dengan veteran,” jelas Ketua DPC Partai Demokrat Bali, Made Mudarta.
Ia menegaskan, SBY ke Bali dalam kapasitasnya sebagai kepala negara.
Ini merupakan kunjungan pertama SBY ke bekas daerah pertempuran itu. Daerah tersebut mengingatkan akan pertempuran dashyat di bawah komando I Gusti Ngurah Rai.
”Kami bagian dari masyarakat tentu dengan senang hati menyambut Presiden SBY. Apalagi selama ini komitmen dan perhatiannya terhadap Bali cukup besar,” imbuhnya.
Setelah bertetap muka dengan keluarga veteran dan mantan pejuang kemerdekaan, SBY dijadwalkan melanjutkan pertemuan dengan para kepala desa bendesa, adat, dan tokoh masyarakat di Tampaksiring, Gianyar.
" alt="Replace This Text With Your Featured Post 1 Description." />
" alt="Replace This Text With Your Featured Post 1 Description." />
" title="This is featured post 2 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 2 Description." />
" title="This is featured post 3 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 3 Description." />
" title="This is featured post 4 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 4 Description." />
" title="This is featured post 4 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 4 Description." />
" title="This is featured post 4 title"
" title="This is featured post 4 title" alt="Replace This Text With Your Featured Post 4 Description." />
Showing posts with label bali. Show all posts
Showing posts with label bali. Show all posts
Sunday, March 23, 2014
Saturday, February 15, 2014
Bali Akan Jadi "Neraka" Buat Para Perokok
Saat menghadiri kampanye peringatan rokok bergambar di kemasan rokok di Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Minggu (16/2/2014) Gubernur Pastika, mengungkapkan ide dan strategi untuk menghentikan perokok.
Dia memaparkan, meski secara indikator derajat kesehatan masyarakat Bali mulai bergerak positif namun beberapa hal perlu dipikirkan bersama lantaran ada peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti jantung koroner, paru hingga stroke.
Kata Pastika, rokok adalah salah satu penyumbang meningkatnya kasus tidak menular di Bali sehingga harus ada cara mengatasi dan mencegah paparan asap rokok yang bisa membahayakan kesehatan masyarakat.
Begitu melihat kampanye lima gambar korban rokok yang mengalami gangguan mulut, tenggorokan hingga serangan jaringan dan organ tubuh lainnya Pastika tampak ngeri.
Dia akan turut mengkampanyekan dan menyiarkan lewat siaran radio dan televisi agar diketahui seluruh warga di Bali.
Demikian juga, usai mendengar puisi karya Taufik Ismail berjudul "Tuhan 91" yang mengisahkan bagaimana rokok telah mengancam kesehatan manusia, Pastika terhenyak, kian tersadar.
"Saya rasa itu sangat tepat untuk disiarkan lebih massif ke seluruh Tanah Air termasuk di Bali, saya akan coba siarkan itu semua di media, dan saya minta juga kalangan akademisi membantu agar rakyat lebih sadar akan bahaya rokok," tandasnya.
Sembari berseloroh, dia menyatakan manusia adalah satu-satunya makhlauk Tuhan yang dengan sadar memasukkan racun (rokok) ke tubunya. Binatang saja, tidak seperti itu, karena memiliki cara untuk menghindari jika melihat racun.
"Kita coba takuti dengan gambar ini, supaya orang tidak melakukan hal ini (merokok), manusia belum sadar kalau rasa sakitnya belum melebihi rasa takutnya," kata dia.
Lebih lanjut Pastika menceritakan hal miris saat mengunjungi korban keracunan di Rumah Sakit Buleleng, masih melihat banyak orang merokok di gang-gang atau jalan rumah sakit.
"Saya langsung suruh mereka berhenti merokok, matikan api rokok," tandasnya. Hal itu tentu memprihatinkan lantaran di rumah sakit yang masuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR) faktanya masih ada yang merokok.
Dia percaya filosofi dengan paksaan orang akan sadar. Orang harus dipaksa dengan begitu orang terpaksa sehingga dia bisa setelah itu bisa menjadi budaya.
Pemerintah Provinsi Bali terus konsisten mengawal aturan tersebut dan terus mengembangkan KTR untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok.
Sebagai bukti keseriusannya, dia langsung memerintahkan Satpol PP untum melakukan patroli menyidak kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, agar bebas dari rokok.
Setiap hari Sabtu dan Minggu, Satpol PP diminta melakukan pengawasan dan memastikan tidak ada orang merokok di kawasan Lapangan Niti Mandala.
Dalam kesempatan sama, Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Priyo Sidik Pratomo mengungkapkan, sosialisasi peringatan rokok bergambar dinilai akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya rokok.
Sejak adanya Komnas Pengendalian Tembakau juga telah mendorong tingkat pemahaman masyarakat terhadap bahaya rokok ditandai juga makin banyaknya daerah yang memiliki produk hukum dengan menerbitkkan Perda KTR.
Kendati, perjalanan pemerintah dalam upaya pengendalian tembakau masih terkesan lambat. Hal itu, disebabkan karena pemerintah belum juga melakukan aksesi terhadap Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
"Jika FCTC bisa diaksesi, maka akan lebih cepat membawa perubahan dalam pengendalian tembaku karena itu sebagai payungnya," jelasnya.
Dikatakan, sampai saat ini, Indonesia merupakan satu dari tujuh negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang belum mengaksesi FCTC bersama Somalia.
Demikian juga, di Asia Indonesia belum juga mengaksesi FCTC sehingga penanggulangan yang dilakukan kurang berjalan cepat dan efektif.
Subscribe to:
Posts (Atom)